Linux: Blender, Aplikasi 3D design

Bagi para master design 3D biasanya mereka akrab dengan software 3D designer di windows macam maya, atau 3D-max.  Di linux juga sebenarnya ada, namanya Blender.

Baca selengkapnya »

Linux: Install wvdial untuk koneksi internet dial up/modem

Sebenarnya pada distro linux terbaru, kita sudah bisa secara otomatis mengkonfigurasi dial-up modem dengan mudah, lewat network manager.  Tapi jika desktop atau distro anda tidak menyediakan fasilitas itu, maka kita bisa mengakali dengan wvdial, aplikasi berbasis terminal untuk menghubungkan linux kita ke 'dunia luar'.

Baca selengkapnya »

Linux: Konfigurasi modem internet di linux

Mau saya share pengalaman saya dalam mengkonfigurasi koneksi internet di linux, tentunya dalam mode GUI, menggunakan network manager.  Karena sebenarnya distro linux terbaru sudah mampu mengkonfigurasi jaringan tanpa harus ribet lagi menggunakan metode command terminal.  Yuk, cekidot.

Baca selengkapnya »

Linux: Jebol password dokumen pdf dengan pdfcrack.

Nah, kemarin dapat dokumen dari kawan yang nyuruh saya untuk dibenerin.  Dalam fikiran saya sudah aneh, "File Pdf kok dibenerin?".  Usut punya usut, ternyata dokumen tersebut dikunci dengan password sehingga untuk membuka file pdf harus memasukkan password nya dulu.
Yasudah, langsung saja saya install pdfcrack dari synaptic:

sudo apt-get install pdfcrack

lalu masuk ke direktori tempat menyimpan file

cd direktori_tempat_penyimpanan

lalu eksekusi file pdfnya dengan perintah:

pdfcrack namafile.pdf -c abcdefghijklmnopqrstuvwxyz1234567890 -s

dan voila!, password terbaca:


Anyremote: Control Ubuntu PC Via Handphone, using Bluetooth.


Ketika seminar yang diadakan bulan juli lalu, salah seorang penceramah dengan lincahnya menyampaikan materi seminar, tanpa dibantu oleh asisten yang biasanya ada untuk sekedar menekan keyboard untuk mengganti slide presentasi.  Di tangannya saya melihat beliau aktif memegang handphone dan ketika tombol ditekan, slide powerpoint yang tertera di layar kemudian ikut berubah, impresif!.
Pemateri mengandalkan handphone nya sebagai remote PC sementara, karena remote PC yang biasa ia bawa ternyata ketinggalan di rumah.  Meski bukan hal baru, namun saya terkesan dengan kreatifitas bapak pemateri untuk memanfaatkan alat yang ada sebagai sesuatu yang benar-benar berguna, saat itu beliau kebetulan bluetooth dongle, langsung saja kata beliau, "saya sambungkan ke internet dengan menggunakan hape ini sebagai modem lewat bluetooth, dan saya download software remote PC via hape, kebetulan teman saya pernah pakai dan tadi sempat tanya-tanya juga".
Mengontrol komputer lewat handphone via bluetooth memang bukan barang baru lagi, apalagi bagi pengguna windows yang notabene aplikasinya dengan jenis ini tersedia banyak di internet, tapi bagaimana dengan pengguna linux, khususnya ubuntu?.
Sebenarnya ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk mengontrol PC dengan OS linux lewat handphone via bluetooth, bisa menggunakan JM2PC, atau dalam tips kali ini menggunakan anyremote.

Untuk itu kita langsung saja install anyremote lewat terminal:

sudo apt-get install ganyremote

Saya menggunakan desktop Gnome sehingga frontend yang saya install adalah ganyremote, jika desktop anda KDE mungkin bisa menginstall Kanyremote.
Dan install juga client anyremote nya di handphone anda, tentunya handphone harus support java dan memiliki koneksi bluetooth.
Download anyremote-client untuk diinstall di handphone, disini
atau bisa kesini  .

Kemudian ekstrak file hasil download, cari dan kirim file berekstensi .jar ke handphone anda, lalu install.
Perhatikan bahwa ada file dengan nama Anyremote_XX.jar dan Anyremote_XXb.jar .  XX adalah ukuran icon seperti 16, 32, 48, 64, 96 dan sebagainya.  Dan file dengan nama Anyremote_XXb.jar dikhususkan untuk handset nokia sebagaimana yang tertera pada site anyremote.

Setelah terinstall kita bisa langsung menggunakan ganyremote lewat terminal:

sudo ganyremote

Pertanyaannya, kenapa harus menggunakan 'kekuasaan' super user?.
Karena tanpa kuasa su, maka ganyremote akan kesulitan memodifikasi file pada /home/bayu/.anyRemote/anyremote.stdout yang dibutuhkan untuk menjalankan ganyremote.

ganyremote akan ada pada panel anda dengan icon handphone, seperti ini:



lalu klik saja dan Ini penampakan ganyremote:



Setelah itu pada daftar application yang tertera, klik all-in1_v2 dan klik start.
ganyremote siap digunakan.

Sekarang kita beralih pada handphone anda, masuk pada aplikasi anyremote yang sudah anda install sebelumnya, lalu pada pilihan tekan 'search', tunggu beberapa saat dan anda akan menemukan nama komputer anda, lalu klik 'connect'.
setelah berhasil anda akan menemukan pilihan menu yang berisi daftar opsi jenis action yang akan digunakan, apakah itu pengontrol pemutar musik(audacious), filemanager, keyboard, mouse, pemutar video dan lain-lain.


Anda bisa mengontrol pergerakan mouse di layar komputer anda dengan menggunakan fitur mouse, lalu menggerakkannya dengan tombol d-pad serta menggunakan fungsi lainnya dengan tombol angka.

Anda mungkin bisa kesitu==> http://anyremote.sourceforge.net/index.html untuk lebih jelasnya.
Selamat mencoba!.










Baca selengkapnya »

Wallpaper Fluxbox using Nitrogen


Lagi-lagi kita akan bermain-main dengan fluxbox.  Sekarang masalah wallpaper, sebuah hal wajib yang harus dimiliki oleh semua jenis desktop manager.
Fluxbox, dalam keadaan defaultnya memang belum memiliki program GUI sendiri untuk mengganti background desktopnya.  Sehingga kita bisa menggunakan wrapper seperti fbsetbg lewat terminal untuk mengganti wallpaper.
Namun hal ini cukup rumit, harus mengkonfigurasi dengan cara manual, ketik-ketiak<== maaf typo #ehm.. di terminal.
Ada cara lain yang cukup mudah dan user friendly, mengganti wallpaper dengan menggunakan Nitrogen.
Buat saya, nitrogen cukup mudah digunakan dibandingkan harus mengkonfigurasi wallpaper lewat terminal secara manual.  Antar-muka yang simpel juga ringan cocok disematkan sebagai aplikasi pilihan di fluxbox.

Yang jelas, kalo belum punya nitrogen anda harus menginstallnya terlebih dahulu lewat manajer aplikasi synaptic atau lewat terminal:

sudo apt-get install nitrogen

setelah terpasang, kita bisa memanggil nitrogen dengan menekan Alt+F2 lalu ketik===> nitrogen.
disitu, kita bisa mengatur dimana folder tempat penyimpanan gambar yang akan kita gunakan sebagai wallpaper, mengatur orientasi gambar(scale, tile, zoom, dll) dan tentunya memilih gambar.


Kembali ke masalah utama fluxbox, yang mana WM ini tidak mampu secara otomatis menyimpan konfigurasi nitrogen, sehingga kita harus melakukan bagian ini secara manual: edit startup fluxbox.

caranya gampang, ketik ini di terminal: gedit ~./fluxbox/startup
lalu tambahkan baris ini sebelum 'exec fluxbox':

nitrogen --restore &

ingat, untuk menambahkan aplikasi startup pada script fluxbox startup, anda harus menempatkannya sebelum kalimat 'exec fluxbox'.

Nah, masalah setting wallpaper sudah selesai.
sekarang, yang terpikirkan adalah, masa kita mau bolak balik ketik nitrogen pada run command hanya untuk memunculkan aplikasi ini?.
saya akan memberikan sedikit trik untuk menambah aplikasi nitrogen pada menu fluxbox sehingga kita bisa mengakses nitrogen lewat daftar menu.

Baca selengkapnya »

Sound isn't working on Fluxbox?, O RLY?

         Sudah hampir 3 hari ini aku berkutat dengan desktop netbook kesayangan, setelah aku putuskan untuk memakai Fluxbox sebagai WM primary.  Meski harus rumit untuk 'menghias' WM ini agar bisa user-friendly, tetap saja itu merupakan sebuah kenikmatan tersendiri, membongkar-pasang script di Fluxbox.

Fluxbox sendiri sejatinya merupakan sebuah varian dekstop-manager dari keluarga *box untuk WM linux, selain karena ringan sekali, Fluxbox nampaknya sebuah ladang untuk bermain-main yang mengasyikan bagi pecinta desktop-addict.  Ya, walaupun disana-sini ternyata yang light-weight itu juga punya konsekuensinya sendiri, tapi untungnya Google mampu membantu menerangi jalan dalam mencari solusi.
Sesudah selesai dengan hiasan desktopnya, dengan menginstall conky serta cairo composite manager--meski ini ternyata awal-awalnya gak ngerti, aku beralih pada masalah baru, dan baru kusadari setelah 3 hari ini.
Fluxbox dalam keadaan defaultnya memang 'bisu', tidak ada suara. Sebab konfigurasi di alsamixer-nya masih di 'mute' semua, dan harus diakali sedikit biar konfigurasinya nanti tetap tersimpan sesudah reboot atau komputer dimatikan.
Masalah Varian *box itu adalah ketidak-mampuan nya untuk secara otomatis menyimpan konfigurasi seperti background, aplikasi startup dan suara yang sudah diubah, jadi harus di add secara manual pada startup scriptnya supaya ketika sesudah reboot, konfigurasi bisa diload kembali.
oh ya, cara untuk mengaktifkan suara di fluxbox mungkin bisa lewat terminal lewat perintah alsamixer lalu diatur volume-nya, disitu tanda 'MM' dibawah bar level mixer berarti Mute, ganti dengan tekan 'm' sehingga nanti berubah jadi 'OO' yang berarti Open.
oke, sekarang bisa di-test dengan membuka file audio, apa saja. dan pastikan pada konfigurasi di alsamixer tadi, channel 'Master' berada dalam keadaan unmute(OO).
Sekarang masalah sound sudah bisa diatasi, tapi nanti setelah di reboot atau komputer di matikan, konfigurasi akan kembali lagi seperti semula, yaitu mute.
maka langkah selanjutnya adalah menyimpan konfigurasi dahulu, dengan perintah di terminal alsactl store .
lalu tambahkan baris ini:

==============================
alsactl -f /var/lib/alsa/asound.state restore
==============================

pada rc.local di /etc , ==> sudo gedit /etc/rc.local

lalu save.
dan reboot. 

Problem solved, masalah terpecahkan.




######################################
*bonus: menambah startup sound ketika login.

install dulu sox :

sudo apt-get install sox

lalu buka startup script fluxboxnya dengan: gedit ~/.fluxbox/startup

tambah baris ini sebelum 'exec fluxbox'
===================================
play ~/.fluxbox/sounds/login.wav > /dev/null 2>&1 &
===================================

Ganti 'login.wav' dengan nama file sound yang ingin dijadikan startup sound.
jangan lupa taruh file sound nya di folder ==>  .fluxbox/sounds/

udah gitu aja.

Proudly powered by Blogger
Theme: Esquire by Matthew Buchanan.
Converted by LiteThemes.com.
Modified by Jyounin.